Rabu, 13 Mei 2009

Potret Anak Jalanan

Kupandangi sosok mereka yang kumal, berbaur dengan debu ibukota yang bertebaran. Kaki-kaki kecil mereka berpacu dengan cepatnya laju angkutan kota yang penuh sesak, dijejali oleh beragam jenis penumpang. Bau keringat bercampur hawa panas yang ada di dalamnya, tak menyurutkan semangat mereka untuk melantunkan satu-dua buah lagu dari bibir mereka yang mungil. Tak mereka hiraukan tatapan demi tatapan para penumpang lainnya. Ada yang menatap dengan iba namun tak sedikit pula yang menghujamkan tatapan melecehkan. Bahkan di antaranya, sampai ada yang meludah di tepian lantai yang sejak awal telah kotor dan berkerak. Potret anak jalanan yang selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat, tak terkecuali kita. Sering kali dianggap sebagai sosok yang tak berguna, perusak keindahan kota, sampai dengan sampah mayarakat. Namun mereka tetap tak perduli, terus melantunkan bait demi bait lagu dengan suara mereka yang serak dan sumbang. Tergurat rasa lelah yang sangat dari wajah-wajah polos mereka, namun semua itu seakan terhapus dengan semangat yang mereka tunjukkan.


PhotobucketPhotobucket


Entah berapa banyak lagi potret seperti itu yang bertebaran di sekeliling kita. Anak-anak yang semestinya bergembira, menikmati indahnya masa kecil mereka. Bermain dan tertawa dengan teman-teman sebayanya, tanpa harus bersusah payah bekerja demi mengais beberapa keping uang logam dari mereka yang masih memiliki rasa. Bocah-bocah itu tidak memaksa, hanya berharap akan adanya para dermawan yang sudi untuk berbagi sedikit saja dari rejeki yang mereka miliki. Nasib yang mengantarkan mereka berbuat seperti itu, agar tak lagi merasa lapar, agar ada sedikit saja uang yang bisa mereka gunakan untuk membeli penganan. Tak berharap banyak, hanya berusaha menjalaninya hari demi hari.

Perdulikah kita akan keadaan mereka? Terenyuhkah kita melihat kenyataan tersebut? Sampai kapan hal itu akan terus berlajut? Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?
Sedikit saja tentang 'Potret Anak Jalanan'.

27 komentar:

firmanzr mengatakan...

ga nyangka y mak ternyata msh banyak anak2 yg masih mengais rejeki tuk kelurganya pdhl kan hrs nya mereka tugasnya hanya sekolah.....

IjoPunkJUtee mengatakan...

Anak2 jalanan diperkosa oleh keadaan, hak bermain dirampas oleh kewajiban mencari makan, kemana kata2 sakti Undang-Undang...???

buwel mengatakan...

duuuh emak...postingnya selalu menggugah hati nih...

milanisti indonesia mengatakan...

tumben postingnya bukan masakan nih...masih cari ide baru ya maakk...

arpegya mengatakan...

aku klo liat ini rasanya perih banget hatiku.... kasian banget...tapi itulah hidup... banyak skali cobaan... yah kan mak?

http://kovermajalah.blogspot.com/ mengatakan...

salam kenal

http://kovermajalah.blogspot.com

sijagur mengatakan...

jejak sijagur ;))

Fanda mengatakan...

Memang memprihatinkan, mbak. Apalagi sekrg kebanyakan mrk itu diorganisir. Anak2 kecil bahkan usia 4 thn disuruh meminta2 ato jual koran. Ntar hasilnya disetorkan ke 'ibu' manajer, yg akan disetor lagi ke bosnya. Itu kan sama dgn mempekerjakan anak2 di bwh umur? Dimana Depnaker kalo ada yg kayak gini? Kerja mereka cuma nyempritin perusahaan2 gede yg melakukan PHK. Soalnya ngurusin perusahaan dapet sesuatu sih...

dnx_rockabilly mengatakan...

Kereeeeeeeeeeeeennnnnnnnn!!!!!!!!

homyworld mengatakan...

mari berantas kemiskinan dan kebodohan...

Yohan Salman Lanjoetkan mengatakan...

iya banyak diantara mereka yang dimanfaatkan untuk orang orang yang sadis mengexploitasi mereka.

Pixel mengatakan...

Memang kita harus sering melihat kebawah.. jangan selalu keatas, nanti kesandung .. hehe ...

si embah mengatakan...

emang keadaan seperti ini akan terus ada selama orang-orang yang di atas masih memperebutkan kekuasaan seperti sekarang...
merdeka mak!

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

terenyuh rasanya, melihat nasib mereka yang kian miris..... kapan yah ada orang berduit yang bisa peduli mereka, minimal membuat rumah singgah yang banyak.

Dilla mengatakan...

wah... jadi ikutan sedih nech. emang gitulah gambaran ibukota..yg ktnya lebih kejam dr ibutere.

maaf nech sblumnya, klo komen ga nyambung, saya mo kasih award kamu... tolong diambil di sini, Thanks.

Blog Sejarah mengatakan...

artikelnya sangat menyentuh sobat...saluuutt :D

si kumb@ng mengatakan...

Selamat Hari Anak se-Dunia.....

blog buat bisnis mengatakan...

Itulah potret kehidupan sebagian masyarakat kita yang penuh dengan penderitaan, susah makan dan kelangsungan hidup yang tidak menentu.

Adakah para pemimpin yang mendengar jeritan hati mereka yang meringis meminta uluran hati para dermawan yang mau memberikan secuil harta mereka?.
lewat forum ini saya mengajak teman-teman unutuk merenungi dan segera bertindak agar negeri ini tidak menjadi bulan-bulanan cacian para kaum papah.

mereka akan mendoakan negeri ini sejelek2-nya karena mereka tidak terlihat oleh pemimpin2 mereka.

maukah kita di-doakan mereka yang tidak2..?
semoga ada yang membantu segera...........

buat em@k, saya memberikan salut kepada em@k, lewat donasi saya disini, saya Mmempersembahkan 2 klik untuk em@k..

salam hangat dari anak em@k

update banget mengatakan...

Semoga aja bisa ber5ubah :))

febri mengatakan...

menyentuh mak...
keren...

btw,karna anak emak yang ini ganti theme jadi ada penyesuaian link mak,banner kemaren diilangin,gani link.

kalo mau ada penyesuaian di blog emak gpp koq mak. :D

vijay mengatakan...

http://vinothcraig.blogspot.com


pls drop ur coomments in my blog

ridwan171 mengatakan...

ironis ya mak... tapi saya sangat salut kepada mereka.. mereka bisa mengarungi kehidupan tanpa pasrah tapi dengan perjuangan"nya sendiri

Fazel mengatakan...

kunjungan malam utk sahabat :D

leauxities mengatakan...

kasihan para anak jalanan,
jangan sedih yaa,Allah Maha Adil

AwAnG mengatakan...

Emak. . . Nice Post Sukses mek. . BisAwanG angkat jempol buat blog emak. . .

anjal tapi keren mengatakan...

woiiiiiiiiii kalau kelian kasian ama mereka
sekali kali ngasih sumbangan donk
sumbangan nya dgn cara ngasih bantuan uang atau makanan
jgn ngomonk aja ....buktikan..kalau you
kasian ama mereka

sabisaku official mengatakan...

Kadang memang cukup miris lihat mereka, tapi di sekitar saya cukup banyak saya melihat anak jalanan yang uang hasil ngamen dkk digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras. dilematis, ya.

Posting Komentar

Em@k(^_^)Em@k © 2008 Por *Templates para Você*